top of page

Pengertian dan Jenis-jenis Ventilator Non-Invasif (NIV)

Diperbarui: 18 Jun


Pengertian dan Jenis-jenis Ventilator Non-Invasif
Ventilator Non-Invasif

Selain ventilator invasif, kita juga mengenal alat bantu pernapasan berupa ventilator non-invasif. Perbedaan keduanya ada pada metode pemasangannya.


Ventilator Non-Invasif adalah metode pemberian oksigen melalui masker wajah khusus tanpa melalui intubasi endotrakeal.


Penggunaan ventilator non invasif lebih umum pada pasien yang masih mampu bernapas sendiri, tetapi memerlukan bantuan tambahan untuk mempertahankan atau meningkatkan fungsi pernapasan mereka.

 

Pengertian Ventilator Non-Invasif

Ventilator Non-Invasif atau Non-Invasive Ventilator (NIV) adalah alat medis yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien tanpa memerlukan prosedur invasif seperti intubasi (penyisipan tabung ke dalam saluran napas).


Alat ini dirancang untuk memberikan tekanan positif pada saluran pernapasan pasien melalui antarmuka yang tidak memasuki saluran pernapasannya secara langsung.


Salah satu pionir dalam pengembangan ventilator non-invasif adalah Philip Drinker. Pada tahun 1927, ia bersama dengan Louis Agassiz Shaw II, mengembangkan ventilator besi beserta katup yang pertama.


Pengembangan ini menjadi landasan bagi ventilator modern yang memungkinkan pasien untuk mendapatkan oksigen tambahan tanpa perlu melalui proses invasif seperti intubasi.


Penggunaan NIV ini diterapkan pada pasien dengan gangguan pernapasan ringan hingga sedang, seperti pneumonia, gagal napas, atau sindrom gangguan pernapasan.


Keuntungan utama dari ventilator non invasif-termasuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan yang terkait dengan intubasi, memperbaiki kenyamanan pasien, serta memungkinkan pasien untuk tetap berkomunikasi dan makan secara normal.

 

Jenis-jenis Ventilator Non-Invasif

Sebagai perangkat medis yang membantu pernapasan dengan penetrasi minimal pada saluran pernapasan pasien, Non-Invasive Ventilator dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara kerjanya dan desainnya.


Berikut ini adalah beberapa jenis ventilator non invasif yang umum digunakan:

1. CPAP (Continuous Positive Airway Pressure):

  • CPAP adalah jenis ventilator non-invasif yang memberikan tekanan positif terus-menerus pada saluran pernapasan pasien, baik saat inspirasi maupun ekspirasi.


  • CPAP paling sering digunakan untuk mengobati Obstructive Sleep Apnea (OSA), di mana otot-otot tenggorokan rileks berlebihan selama tidur, menyebabkan penghentian pernapasan yang berulang kali. Ini dapat menyebabkan kantuk di siang hari, hipertensi, dan masalah kesehatan lainnya.

 

2. BiPAP (Bilevel Positive Airway Pressure):

  • BiPAP adalah ventilator noninvasif yang dapat memberikan dua level tekanan yang berbeda, yakni tekanan inspirasi yang lebih tinggi dan tekanan ekspirasi yang lebih rendah.


  • Digunakan pada pasien dengan gangguan pernapasan yang lebih kompleks, seperti gagal napas kronis atau edema paru.

 

3. Non-Invasive Ventilation (NIV) Devices:

  • Ini adalah kategori umum yang mencakup berbagai jenis ventilator non-invasif, termasuk CPAP dan BiPAP.


  • NIV devices dapat digunakan dengan masker wajah atau helm yang menutupi hidung dan mulut pasien.

 

4. High-Flow Nasal Cannula (HFNC):

  • Meskipun bukan ventilator dalam arti tradisional, HFNC adalah alat non-invasif yang memberikan aliran udara tinggi dan hangat melalui kanula nasal besar.


  • Digunakan untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kebutuhan untuk ventilasi mekanis pada pasien dengan gagal napas atau kondisi pernapasan lainnya.

 

5. Ventilator Non-Invasif Serbaguna (VNI):

  • Merupakan jenis ventilator non-invasif yang memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan positif inspirasi dan ekspirasi.


  • Biasanya digunakan pada pasien dengan gagal napas akut yang memerlukan dukungan pernapasan tambahan tetapi tidak memerlukan intubasi.

 

Pemilihan jenis ventilator non-invasif tergantung pada kondisi klinis pasien, tingkat keparahan gangguan pernapasan, dan tujuan terapi yang diinginkan.


Meskipun demikian, penggunaan ventilator non-invasif harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik pasien untuk mencapai hasil yang optimal.


Setiap jenis ventilator non-invasif memiliki indikasi dan kontraindikasi yang perlu dipertimbangkan oleh tim medis untuk mencapai hasil perawatan yang optimal bagi pasien.


Ventilator non invasif kini menjadi alat yang vital dalam penanganan gagal napas akut maupun kronis, baik di rumah ataupun di unit perawatan intensif. Apabila Anda menemukan kendala kesehatan pastikan Ammarai Healthcare Assistance menjadi mitra layanan kesehatan Anda.

 

Penulis: Mira Afandy

Editor: Yunita R. Saragi

Comments


bottom of page