top of page

Strategi Pengobatan Osteoporosis pada Lansia

Stragetgi Pengobatan Osteoporosis pada Lansia
Pengobatan Osteoporosis pada Lansia

Pengobatan osteoporosis pada lansia sering kali melibatkan kombinasi strategi untuk mengurangi risiko fraktur tulang dan mempertahankan kepadatan tulang.


Osteoporosis pada lanjut usia memang sudah menjadi hal umum. Namun ternyata ini bukan menjadi hal alami pada proses penuaan. Dengan modifikasi pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat dapat memperlambat penyakit osteoporosis ini.


Osteoporosis adalah penyakit tulang di mana terjadi penurunan kepadatan dan mineral tulang. Dua hal ini menjadi risiko besar tejadinya osteoporosis ini.


Sebenarnya, semua orang di segala usia berisiko terkena penyakit tulang rapuh ini. Namun karena perubahan lingkungan membuat struktur tulang Anda berubah, penyakit osteoporosis lebih sering terjadi pada populasi lanjut usia.


Pengobatan Osteoporosis pada Lansia

Pengobatan osteoporosis pada lansia merupakan sebuah tantangan, karena remodeling tulang pada lansia sudah sulit untuk direkontruksi. Perhatian khusus sangat dibutuhkan dalam pengobatan osteoporosis pada lansia karena ada beban besar fraktur pada tulang osteoporosis, dalam hal morbiditas, mortalitas, dan biaya ekonomi.


Oleh karena itu butuh strategi untuk memaksimalkan pengobatan pada penyakit ini. Berikut beberapa strategi yang umum digunakan, mari kita simak penjelasannya:

 

1. Suplemen Kalsium dan Vitamin D

Strategi pengobatan yang paling penting adalah untuk menjaga kepadatan tulang. Suplemen kalsium dan vitamin D sering direkomendasikan untuk membantu mencegah atau mengelola osteoporosis.


Kalsium penting untuk kepadatan tulang, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih efektif. Kalsium 1200 mg tiap hari, melalui suplemen atau diet kalsium dan vitamin 800 - 1000 IU setiap hari.


Namun, penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai suplemen ini untuk memastikan dosis yang tepat dan apakah ada kontraindikasi dengan kondisi atau obat-obatan lain yang Anda mungkin konsumsi.

 

2. Obat-obatan atau Terapi Farmakologis

Beberapa obat farmakologis yang digunakan untuk mengobati osteoporosis di antaranya:


1. Bisphosphonates: Contohnya adalah alendronat, ibandronat, dan zoledronat. Obat-obatan ini membantu menghambat pelepasan tulang dan dapat meningkatkan kepadatan tulang.

2. Hormon pengganti: Terapi hormon estrogen atau kombinasi estrogen-progestin dapat digunakan pada wanita pasca-menopause untuk mengurangi risiko osteoporosis.

3. Denosumab: Ini adalah jenis obat yang menghambat aktivitas osteoklas, sel yang memecah tulang. Ini membantu dalam memperlambat penurunan kepadatan tulang.

4. Teriparatid dan abaloparatid: Obat-obatan ini adalah bentuk hormon paratiroid rekombinan yang dapat merangsang pembentukan tulang baru.

5. Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs): Contohnya adalah raloxifene, yang dapat membantu memperlambat kehilangan kepadatan tulang pada wanita pasca-menopause.

6. Calcitonin: Hormon ini mengurangi pelepasan kalsium dari tulang dan digunakan dalam pengobatan osteoporosis.

 

Pemilihan obat tergantung pada faktor-faktor seperti jenis osteoporosis, faktor risiko pasien, dan toleransi terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

3. Olahraga Teratur

Olahraga yang baik untuk osteoporosis adalah latihan aerobik ringan seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang. Latihan beban juga penting untuk meningkatkan kekuatan tulang, seperti angkat beban ringan atau latihan berat badan.


Yoga dan Tai Chi juga bisa membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, yang penting untuk mencegah jatuh.


Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis untuk rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

4. Perubahan Gaya Hidup

Menghindari atau berhenti merokok, karena merokok dapat memengaruhi kesehatan tulang menjadi buruk. Selain itu kurangi mengonsumsi alkohol secara berlebihan karena dapat merusak tulang.


Serta memastikan asupan nutrisi yang cukup, juga penting untuk kesehatan tulang. Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk meningkatkan kepadatan tulang.

 

5. Pemantauan dan Pengelolaan Risiko Jatuh

Lansia dengan osteoporosis memiliki risiko lebih tinggi untuk jatuh dan mengalami fraktur. Upaya pencegahan jatuh seperti memperbaiki pencahayaan, menghilangkan hambatan di rumah, dan menggunakan alat bantu jika diperlukan dapat membantu mengurangi risiko ini.

 

Pengobatan yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi medis individu dan dipantau secara teratur oleh dokter untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko efek samping.

 

Untuk konsultasi osteoporosis, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis dalam penyakit tulang atau dokter spesialis ortopedi. Mereka dapat mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin melakukan tes tambahan seperti densitometri tulang untuk menilai kepadatan tulang Anda.


Selain itu, dokter juga dapat memberikan saran tentang pengobatan dan langkah-langkah gaya hidup yang dapat membantu mengelola osteoporosis Anda. Jangan ragu untuk menjadwalkan janji temu dengan dokter untuk mendiskusikan lebih lanjut.


Ammarai Healthcare Assistance siap menjadi mitra pelayanan kesehatan yang mengutamakan kondisi kesehatan optimal bagi Anda dan keluarga.


Dapatkan layanan premium dengan menghubungi call center Ammarai Healthcare Assistance. Kesehatan Anda adalah prioritas kami.


Penulis: Mira Afandy

Editor: Yunita R. Saragi

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page