top of page

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Gangguan Tidur pada Lansia

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Gangguan Tidur pada Lansia
Gangguan Tidur pada Lansia

Gangguan tidur merupakan masalah umum yang sering dialami oleh lansia.


Penyebab seseorang mengalami gangguan tidur sangatlah beragam. Jika dibiarkan hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.


Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, seiring bertambahnya usia, kualitas tidur sering kali menurun.


Artikel berikut ini akan membahas tentang penyebab gangguan tidur pada lansia serta cara mengatasi masalah tersebut secara rinci. Yuk, kita simak penjelasannya sampai habis.


Penyebab Gangguan Tidur pada Lansia

Sebelum mengetahui bagaimana mengatasi gangguan tidur pada lansia, terlebih dahulu kita bahas apa saja penyebabnya.


Berikut ini beberapa penyebab gangguan tidur pada lansia:

1. Perubahan Pola Tidur

Seiring bertambahnya usia, pola tidur alami tubuh mengalami perubahan. Lansia cenderung mengalami fase tidur yang lebih ringan dan sering terbangun di malam hari. Mereka juga cenderung bangun lebih awal di pagi hari dan sulit kembali tidur.

 

2. Penyakit Kronis

Berbagai penyakit kronis seperti arthritis, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan pernapasan dapat memengaruhi kualitas tidur. Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit-penyakit ini sering kali membuat lansia sulit untuk tidur nyenyak.

 

3. Efek Samping Obat

Lansia sering mengonsumsi berbagai jenis obat untuk mengatasi masalah kesehatan. Beberapa obat memiliki efek samping yang dapat mengganggu tidur, seperti diuretik yang menyebabkan sering buang air kecil di malam hari atau obat yang menimbulkan efek stimulan.

 

4. Gangguan Mental

Kondisi mental seperti depresi dan kecemasan sangat umum pada lansia dan dapat memengaruhi kualitas tidur. Pikiran yang gelisah atau perasaan sedih yang mendalam sering membuat lansia sulit untuk tidur atau tetap tidur sepanjang malam.

 

5. Perubahan Gaya Hidup

Aktivitas fisik yang berkurang dan waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah juga dapat memengaruhi kualitas tidur lansia. Kurangnya paparan sinar matahari dan tidak adanya rutinitas harian yang konsisten dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.

 

Cara Mengatasi Gangguan Tidur pada Lansia

Gangguan tidur pada lansia adalah masalah yang umum dan bisa berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.


Berikut adalah beberapa cara mengatasi gangguan tidur pada lansia:

1. Menciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Pastikan kamar tidur nyaman, tenang, dan gelap. Gunakan kasur dan bantal yang mendukung kenyamanan tubuh. Suhu sejuk di kamar juga dapat membantu tidur lebih nyenyak. Minimalkan kebisingan dan cahaya agar tidak menggangu tidur.

 

2. Menjaga Rutinitas Tidur

Tetapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari, termasuk akhir pekan. Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari untuk membantu mengatur ritme sirkadian tubuh. Lakukan rutinitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan.

 

3. Batasi Konsumsi Kafein dan Alkohol

Kafein dan alkohol dapat mengganggu tidur. Batasi konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh, terutama di sore dan malam hari. Alkohol juga sebaiknya dihindari karena meskipun bisa membuat tidur lebih cepat, tetapi dapat mengganggu kualitas tidur.

 

4. Aktivitas Fisik yang Teratur

Lakukan aktivitas fisik secara teratur seperti berjalan kaki atau senam ringan. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat membuat tubuh tetap terjaga.


5. Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu mengurangi stres dan mempersiapkan tubuh untuk tidur. Melakukan rutinitas relaksasi sebelum tidur dapat membantu lansia tidur lebih nyenyak.


6. Menjaga Pola Makan yang Sehat

Hindari makan berat sebelum tidur. Konsumsi makanan ringan yang sehat jika merasa lapar. Selain itu batasi minum cairan sebelum tidur untuk mengurangi keinginan buang air kecil di malam hari.


7. Konsultasi dengan Dokter

Jika gangguan tidur berlanjut, konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab mendasar dan memberikan pengobatan atau terapi yang sesuai. Obat tidur hanya boleh digunakan atas rekomendasi dokter karena penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping.


Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, lansia dapat meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup secara keseluruhan.


Tidur cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental pada usia lanjut.


Gangguan tidur pada lansia adalah masalah umum yang dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.


Mengenali penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya sangat penting untuk memastikan tidur yang nyenyak dan sehat.


Dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, menjaga rutinitas yang konsisten, dan mengelola kesehatan secara keseluruhan, lansia dapat meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan mereka.


Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis jika diperlukan agar mendapatkan solusi yang tepat dan efektif. Ammarai Healthcare Assistance solusi cerdas kebutuhan kesehatan Anda.


Ammarai Healthcare Assistance selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup melalui perawatan yang berkualitas. Ditangani tenaga medis yang ahli di bidangnya serta dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan modern.


Segera hubungi call center Ammarai Healthcare Assistance untuk mendapatkan penanganan kesehatan optimal. Keep fit and healthy.


Penulis: Mira Afandy

Editor: Yunita R. Saragi

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page